close

Sains & Techno

Sains & Techno

Nikon Indonesia Tutup!

LANGITKU NETWORKS, Jakarta – Bertambah lagi perusahaan yang tutup operasi di Indonesia di tengah pandemi Corona. Kali ini giliran produsen kamera Nikonyang berpamitan dari Tanah Air.

Kabar ini disampaikan langsung oleh Nikon Indonesia lewat akun resmi Instagram mereka.

“Setelah hampir 8 tahun perjalanan Nikon Indonesia, kami informasikan bahwa hari ini tanggal 21 Oktober 2020 adalah hari terakhir Imaging Division PT Nikon Indonesia beroperasi di Indonesia,” demikian pengumuman Nikon.

Meskipun berhenti beroperasi, layanan dan dukungan unutk para konsumen Nikon tetap akan dilanjutkan. Nikon mengatakan semua kegiatan penjualan, marketing dan servis diintegrasikan ke PT Alta Nikindo, selaku distributor resmi Nikon di Indonesia.

“Kami ucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas dukungan dan kerjasamanya yang membuat Nikon menjadi salah satu brand fotografi terpercaya di Indonesia,” kata Nikonberpamitan.

Pengumuman Nikon ini langsung disambut dengan emoticon menangis dan sedih dari para netizen di Instagram. Bagaimana tidak sedih, banyak orang yang sudah memakai kamera Nikon untuk berbagai kebutuhan.

Gelagat Nikon menutup bisnisnya sebenarnya sudah ada. Pada Rabu pagi, Nikon mengumumkan penonaktifan kartu dan layanan Nikon Z Privilege Membership mulai 21 Oktober 2020 pukul 23.59 WIB.

Terima kasih Nikon sudah membantu pehobi fotografi selama ini…(jalu)

 

 

 

source : Fitraya Ramadhanny – detikInet

read more
Sains & Techno

iPhone 12 Dipercaya Jadi iPhone Terlaris Setelah iPhone 6

LANGITKU NETWORKS, Jakarta – Sejumlah operator di Taiwan memprediksi kalau iPhone 12 bakal menjadi iPhone paling laris setelah iPhone 6 dan iPhone 6 Plus.

Prediksi ini dilontarkan setelah mereka membuka keran pemesanan untuk iPhone 12, yang langsung ludes terpesan dalam waktu 45 menit. Meski tak diketahui berapa jumlah unit yang bisa dipesan lewat operator.

Sementara itu di Amerika Serikat, iPhone 12 Pro pun habis terpesand alam waktu singkat. Sementara pengiriman produknya sendiri diperkirakan bakal mundur ke November, demikian dikutip detikINET dari Macrumors, Senin (19/10/2020).

Bahkan, karena permintaannya disebut sangat tinggi, baik Pegatron maupun Foxconn — perusahaan perakit iPhone — disebut meningkatkan bonus untuk para pegawainya yang bekerja di lini produksi iPhone.

Baik iPhone 12 maupun iPhone 12 Pro memang sudah bisa dipesan di beberapa negara sejak Jumat (16/10/2020) lalu. Sementara iPhone 12 mini dan iPhone 12 Pro Max baru bisa dipesan pada 6 November mendatang.

Sebagai perbandingan, pada 2014 lalu iPhone 6 dan iPhone 6 Plus juga merupakan iPhone yang sangat populer karena ukuran layarnya yang lebih besar ketimbang pendahulunya, yaitu 4,7 inch dan 5,5 inch.

Penjualan kedua unitnya tercatat memecahkan rekor, yaitu 135,6 juta unit pada dua kuartal setelah kedua perangkat itu diluncurkan. Namun kedua iPhone tersebut disetop penjualannya pada tahun fiskal 2018, dan jumlah penjualan iPhone 12 diperkirakan bisa bersaing dengan kedua iPhone pendahulunya itu.

Ada empat varian iPhone 12 yang ditawarkan Apple, yaitu iPhone 12 Mini, iPhone 12, iPhone 12 Pro, dan iPhone 12 Pro Max. Dua varian yang perbedaannya paling signifikan adalah iPhone 12 Mini, yang layarnya hanya 5,4 inch dengan bodi setara iPhone 6. Lalu ada juga iPhone 12 Pro Max, yang punya sensor kamera belakang ekstra besar, ukurannya 40an% lebih besar ketimbang iPhone versi lain.(jalu)

 

 

source : Anggoro Suryo Jati – detikInet

read more
Sains & Techno

Lagi, Samsung sindir iPhone 12 karena dijual tanpa charger

LANGITKU NETWORKS, – Untuk kedua kalinya, Samsung menyindir smartphone keluaran terbaru Apple, yakni iPhone 12, karena ponsel tersebut dijual tanpa disertai charger dan earphone dalam kotak pembelian.

Dengan demikian, pengguna “dipaksa” untuk membeli kepala charger atau earphone secara terpisah. Hal itu lantas dimanfaatkan Samsung sebagai bahan sindiran untuk Apple.

Melalui akun Facebook resmi Samsung, vendor ponsel Korea Selatan itu mengunggah foto aksesoris charger dengan caption yang seolah menyindir iPhone 12.

“Produk Galaxy kami memberikan apa pun yang Anda butuhkan, mulai dari charger, kamera, baterai, kinerja, memori yang andal, bahkan layar smartphone dengan 120 Hz,” tulis Samsung dalam unggahannya.

Hingga berita ini ditayangkan, postingan yang pertama kali diunggah pada 14 Oktober 2020 itu telah disukai 106.000 kali.

Berdasarkan pantauan KompasTekno, Jumat (16/10/2020) sore, unggahan Samsung tersebut turut menuai berbagai komentar dari warganet.

“Bayangkan jika ponsel tidak memiliki charger dan earphone,” tulis akun Mychael Jordan.

“Tak sabar menunggu Samsung untuk memiliki produk seperti MagSafe secara tiba-tiba,” tulis akun Insaf Huwais.

“Ini alasan mengapa saya mencintai produk Samsung,” tulis akun DjJwonda Duke.

“Apakah mungkin, satu tahun kemudian Samsung juga akan melakukan hal yang sama?,” tulis akun Andrew Lee.

Sebelumnya, Samsung juga sempat mengutarakan sindirannya terkait tema “Hi, Speed” yang dipakai Apple dalam acara peluncuran iPhone 12. Akun Twitter resmi Samsung mengatakan mereka lebih dulu menghadirkan ponsel berbekal konektivitas tinggi 5G.

“Beberapa orang hanya menyapa dengan kata-kata “Hi, Speed”, kami sudah berteman lebih dulu dengan sebutan itu. Dapatkan perangkat Samsung Galaxy 5G Anda sekarang di tautan ini http://smsng.us/5Gproducts ,” tulis Samsung dalam kicauannya.
Keputusan Apple untuk tidak menyertakan charger dan earphone dalam boks iPhone 12 bukanlah tanpa alasan. Apple sengaja menghilangkan kedua aksesori tersebut dengan alasan untuk mengurangi dampak pencemaran lingkungan.

“Ini merupakan upaya kami untuk menjaga lingkungan. iPhone 12 tidak menyertakan adaptor daya atau EarPods. Silakan gunakan adaptor daya dan headphone Apple Anda yang saat ini masih terpakai, atau membeli aksesori tersebut secara terpisah,” ungkap pihak Apple.

Di samping itu, dengan tidak menyertakan kepala charger, kotak penjualan iPhone 12 juga bisa dirancang seramping mungkin, sehingga lebih ramah lingkungan. Sebab, kepala charger biasanya memiliki dimensi tebal dan memakan tempat.

source : Kompas.com

Penulis: Conney Stephanie

Editor: Reska K. Nistanto

read more
Sains & Techno

Mengapa Masa Depan Mengarah ke Kamera Full Frame?

LANGITKU NETWORKS, Jakarta – Meskipun masih dalam kondisi pandemi global, dalam tiga bulan terakhir (Juli-September 2020), perusahaan kamera sangat aktif dalam meluncurkan kamera baru. Tujuh kamera baru yang diluncurkan bersensor full frame, dan dua diantaranya micro four thirds.

Kamera tersebut adalah Canon EOS R5 & 6, Nikon Z5, Sony A7S IV & A7C, Lumix S5, Leica M10-R, dan kamera micro four thirds adalah Lumix G100 dan Olympus OMD EM10 IV.

Pertama, membuat kamera dengan sensor besar dapat memperoleh profit margin yang lebih besar daripada membuat sensor yang lebih kecil. Fotografer sepertinya akan lebih bisa menerima membayar lebih untuk kamera bersensor besar daripada kamera bersensor APS-C.Melihat pola ini saya jadi berpikir, apa kabar kamera bersensor APS-C? Mengapa semua pabrikan tidak hanya membuat kamera mirrorless tapi juga bersensor full frame belakangan ini? Alasan melakukannya bisa bermacam-macam, dua perkiraan saya antara lain:

Di benak konsumen ada perasaan bahwa kamera bersensor APS-C seharusnya memiliki harga antara Rp 5 – 15 juta, sedangkan untuk kamera full frame, konsumen sudah terbiasa menerima bahwa kamera full frame memiliki harga sekitar 15-50 juta atau bisa juga lebih sesuai kinerja kameranya.

Dengan pasar kamera yang makin menyusut, tentunya membuat dan menjual kamera APS-C dengan harga rendah akan semakin sulit untuk pabrikan kamera saat ini dan ke depannya.

Kedua, dengan berkembangnya kamera mirrorless, kamera dengan sensor full frame bisa dibuat jauh lebih compact dibandingkan dalam bentuk kamera DSLR karena ketiadaan kotak cermin (mirror box SLR) dan jendela bidik optik. Dengan ukuran kamera yang lebih compact, kamera full frame jadi lebih menarik bagi fotografer enthusiasts dan profesional.

Meskipun kamera full frame sudah bisa dibuat compact, bahkan lebih compact dan ringan dari kamera bersensor APS-C, tapi lensa-lensa full frame masih agak besar, terutama lensa zoom yang berkualitas tinggi atau lensa fix berbukaan besar, f/1.4 misalnya.

Untuk mengatasi masalah tersebut, fotografer bisa menggunakan lensa yang lebih kecil, yang ditujukan untuk sensor APS-C, karena sebagian besar pabrikan kamera mengadopsi sistem one mount, artinya kamera APS-C dan full frame mereka memiliki mount lensa yang sama, sehingga kita bisa memasang lensa APS-C ke kamera full frame dan sebaliknya, memasang lensa full frame ke kamera APS-C.

Dengan memasang lensa APS-C yang berdiameter lebih kecil ke kamera full frame, bukannya itu merupakan kerugian? APS-C crop akan menurunkan resolusi foto, misalnya kamera full frame 61 MP akan mendapat 26MP, 45MP akan mendapat 20MP, dan 24MP akan mendapatkan 10MP. Memang hal ini merupakan ketidakoptimalan.

Tapi jika melihat kamera full frame sudah ada yang mencapai 61MP (Sony A7R IV) dan APS-C Cropnya 26MP (setara dengan kamera Fuji X-T4 yang sensornya APS-C), dan ke depannya mungkin yang lain akan menyusul atau bahkan di masa depan akan ada kamera full frame dengan sensor 80 atau 100MP, yang mana APS-Crop-nya menghasilkan sekitar 41 dan 33MP.

Di lain pihak, pengembangan teknologi sensor untuk kamera APS-C atau micro four thirds lebih pelan perkembangannya dan sepertinya jika melihat penyusutan volume penjualan kamera, maka pengembangannya akan lebih lambat dan tergantung dari pengembangan sensor full frame.

Dengan munculnya beberapa kamera full frame mirrorless baru yang makin terjangkau dan good value seperti Nikon Z5 (Rp 22 juta), Sony A7C (Rp 26 juta) dan Lumix S5 (Rp 30 juta), saya memprediksikan akan semakin banyak kamera mirrorless full frame yang akan dirilis di beberapa tahun ke depan.

Bagaimana dengan APS-C atau sensor micro four thirds? Beberapa pabrikan kamera akan tetap membuatnya tapi tidak dalam jumlah besar dan tiap kameranya mungkin punya desain/kelebihan khusus yang tidak dimiliki oleh kamera lain seperti Fuji X-PRO, kamera Ricoh GR, dan seri Lumix GH yang unggul di video.

 

source : Enche Tjin, – detikInet

read more
Sains & Techno

Ilmuwan Ciptakan Teknologi yang Membuat Air Laut Aman Diminum

LANGITKU NETWORKS – Teknologi yang dapat mengubah air laut yang asin menjadi minuman yang aman dikonsumsi, dapat mengubah jutaan hidup orang di seluruh dunia. Oleh sebab itu, para ilmuwan bekerja keras untuk menjalankan proyek tersebut.

Kini, dilansir dari Science Alert, sebuah inovasi yang dikembangkan oleh para peneliti di Australia, menjadi salah satu yang paling menjanjikan. Menggunakan senyawa “kerangka logam-organik (MOF)” bersama dengan sinar matahari, teknologi ini dapat menjernihkan air laut dalam wakyu 1,5 jam—sebuah proses yang lebih efisien dari teknik yang sudah ada saat ini.

Cara terbaru tersebut mudah, stabil, bisa dilakukan berkali-kali, dan mampu memproduksi air yang sesuai dengan standar desalinasi Badan Kesehatan Dunia (WHO). Sekitar 139,5 liter (hampir 37 galon) air bersih dapat dihasilkan per hari menggunakan satu kilogram material MOF, berdasarkan uji coba awal. Setelah empat menit terpapar sinar matahari, material MOF akan melepaskan semua ion garam yang ada di air laut sehingga itu bisa digunakan kembali.

Tim peneliti mengatakan bahwa proses ini menawarkan peningkatan dari metode desalinasi yang ada.

“Sinar matahari adalah sumber energi paling melimpah dan terbarukan di Bumi. Pengembangan proses desalinasi berbasis penggunaan sinar matahari solusi yang hemat energi dan ramah lingkungan,” papar Huanting Wang, ahli kimia dari Monash University.

Para ilmuwan menciptakan MOF baru yang disebut PSP-MIL-53—sebagian terbuat dari MIL-53 yang dikenal berkat caranya bereaksi terhadap air dan karbon dioksida.

Meskipun ini bukanlah penelitian pertama yang mengusulkan gagasan penggunaan membran MOF untuk membersihkan garam dari air laut dan air payau, temuan ini dan materi PSP-MIL-53 di belakangnya akan memberi para ilmuwan lebih banyak pilihan untuk dieksplor.

Menurut WHO, secara global, sekitar 785 juta orang kekurangan sumber air minum bersih. Bahkan mereka harus berjalan selama setengah jam untuk menemukan air yang layak minum. Dan ketika krisis iklim mulai terjadi, kondisi ini semakin parah.

Dengan lautan membentuk sekitar 97 persen dari air di Bumi, itu adalah sumber daya sangat besar yang sayangnya belum dimanfaatkan sebagai air minum yang memberi kehidupan. Jika solusi seperti PSP-MIL-53 dapat digunakan, itu bisa mengubah air laut menjadi air minum yang sesuai dan aman untuk dikonsumsi manusia.

“Studi kami menyediakan rute baru yang menarik—menggunakan energi matahari guna mengurangi permintaan energi dan meningkatkan keberlanjutan desalinasi air,” kata Wang.

“MOF yang responsif terhadap sinar matahari juga berpotensi dimanfaatkan untuk upaya-upaya hemat energi dan ramah lingkungan lainnya, misalnya penambangan yang berkelanjutan,” pungkasnya.

 

 

source : Science Alert

editor : Gita Laras Widyaningrum

Nationalgeographic.co.id

 

read more
Sains & Techno

Jenis Usaha yang Untung Saat Pandemi, Apalagi Kalau Online

LANGITKU NETWORKS, Jakarta – Usaha kecil dan menengah paling sukses dan terbukti bertahan dengan baik meski tengah ada pandemi COVID-19 yang melanda. Namun ternyata ada sektor-sektor yang memiliki peningkatan drastis saat wabah corona.

Menteri Koperasi dan UKM Republik Indonesia Teten Masduki mengatakan sektor kebutuhan pokok adalah yang mengalami kenaikan drastis saat pandemi. Ini ia ungkap dalam konferensi pers virtual, Selasa (1/9/2020) bersama Grab Indonesia.

“Di tengah pandemi COVID-19 ini yang meningkat ada di sektor kebutuhan pokok yaitu makanan dan minuman, termasuk juga kebutuhan sekolah, ketiga keperluan pribadi untuk menjaga kesehatan, wajar karena di tengah pandemi COVID-19 ini kan kebutuhan,” ucapnya.

Ini dipengaruhi oleh kemajuan transformasi digital. Melihat data yang ada, sudah mencapai 9 juta UMKM yang masuk ke platform digital. Namun target pemerintah adalah 10 juta UMKM yang melangkah ke ranah digital di akhir tahun 2020.

“Hampir 90% persen wilayah indonesia sudah bisa diakses pasar digital termasuk infrastruktur, digitalisasi akan memberi dampak positif termasuk kita inisiatif inovasi inovasi pandemi COVID-19 sebut saja ada jawaban pedagang warteg, tukang jahit, termasuk juga produk pertanian dan nelayan sudah ada platform yang terhubung ke pasar yang lebih luas. Jadi kita harus respon positif transformasi digital,” sambungnya.

Dengan masuk ke era digital, UMKM bisa memasarkan produk mereka dengan katalog digital. Ini tentunya akan membantu pemerintah lebih fokus melakukan langkah lain untuk memajukan transformasi digital UMKM mengejar target akhir tahun dengan 10 juta UMKM yang terintegrasi dengan platform digital.

“Saya kira belanja UMKM adalah kebutuhan,” tandasnya penuh optimisme.

 

 

source : Aisyah Kamaliah – detikInet

 

read more
Sains & Techno

Harga Samsung Galaxy Z Fold 2 Bocor

LANGITKU NETWORKS, Jakarta – Samsung akan mengungkap detail lebih lengkap seputar Galaxy Z Fold 2 lewat event Galaxy Unpacked Part 2 pada 1 September mendatang. Hanya beberapa hari sebelumnya, harga ponsel layar lipat generasi baru ini bocor di situs Samsung Inggris.

Galaxy Z Fold 2 memang telah dipamerkan Samsung bersama beberapa perangkat lainnya di event Galaxy Unpacked pada 5 Agustus lalu. Tapi vendor asal Korea Selatan ini tidak mengungkap banyak soal spesifikasi dan harganya.

Situs resmi Samsung Inggris sempat menuliskan bahwa Galaxy Z Fold 2 akan dilepas dengan harga 1.799 Poundsterling (Rp 34,9 juta) untuk varian 256 GB, ada dua pilihan warna yang tersedia yaitu Mystic Black dan Mystic Bronze.

Dalam halaman tersebut, Galaxy Z Fold 2 akan mulai dikapalkan pada 17 September kepada yang telah mengikuti pre-order. Tapi, harga dan detail tersebut hilang tidak lama setelahnya.

Galaxy Z Fold 2 terbilang lebih murah dibanding pendahulunya mengingat Galaxy Fold dibanderol dengan harga 1.900 Poundsterling di Inggris. Tapi kapasitas penyimpanan yang ditawarkan lebih kecil karena Galaxy Fold original hadir dengan memori internal 512 GB.

Selain itu, di halaman pre-order Galaxy Z Fold 2 juga dituliskan bahwa pembeli ponsel layar lipat ini akan mendapat bonus berupa gratis berlangganan YouTube Premium selama empat bulan dan Galaxy Z Premier Service.

Sayangnya spesifikasi lengkap Galaxy Z Fold 2 masih belum diketahui. Saat ini beberapa detail yang telah terungkap antara lain bodi yang lebih tipis, layar yang lebih besar dan penuh, serta display dengan refresh rate 120 Hz.

Spesifikasi lain seperti chipset, RAM dan detail lainnya masih disimpan rapat oleh Samsung. Kita tunggu saja informasi selengkapnya di event Galaxy Unpacked Part 2 yang akan dimulai beberapa hari lagi.

 

 

source : Virgina Maulita Putri – detikInet

read more
Sains & Techno

Pentingkah Built-in Stabilization di Dalam Kamera?

LANGITKU NETWORKS, Jakarta – Seberapa penting built-in stabilization di dalam kamera? Misalnya mendingan Sony A6400 atau Sony A6600? Fuji X-T3 atau Fuji X-T4? (Fandy Erlangga)

Jawaban

Menurut saya built-in stabilization di body bagus untuk dimiliki terutama kalau lensa-lensa yang dipasangkan tidak memiliki stabilizer, atau nantinya berminat memasang lensa jadul manual dengan adaptor.

Setiap lensa yang dipasangkan mendapatkan keuntungan dari fitur tersebut, selain itu kalau sering merekam video secara handheld tanpa tripod juga mudah. Tapi perlu dipertimbangkan juga bahwa fitur stabilizer di body atau di lensa tidak akan menolong saat kita ingin memotret dengan teknik long exposure seperti pada foto landscape untuk membuat air menjadi mulus, atau di tempat gelap dengan shutter yang relatif lambat. Biasanya built-in stabilization di body hanya membantu beberapa stop saja.

Maka itu bagi yang memang memotret dengan tripod seperti memotret pemandangan, produk, atau motret dengan cahaya tambahan seperti flash di studio, stabilizer di body atau di lensa tidak ada fungsinya.

Soal kepantasan harga, Sony A6600 dan Fuji X-T4 harganya memang jauh lebih tinggi dibanding A6400 dan X-T3 padahal kualitas gambarnya dan fitur-fitur lainnya mirip, jadi memang perlu mencermati dulu apakah stabilizer di body penting atau tidak untuk kebutuhan/kebiasaan motret masing-masing.(jsn/fay)

 

 

source : Enche Tjin – detikInet

read more
Sains & Techno

Mengapa Laron Tertarik pada Cahaya?

Oleh Carlos Linares dan Jesse Barber

LANGITKU NETWORKS, PERNAHKAH kamu melihat banyak binatang kecil terbang di sekitar lampu jalan ketika malam hari? Mengapa laron dan serangga lain terbang menuju cahaya? Beberapa melingkari, yang lain zig-zag, tapi mereka semua tampaknya sangat tertarik ke cahaya.   Kami adalah ilmuwan yang ingin tahu tentang efek polusi cahaya pada ngengat dan serangga lainnya, dan itulah yang kami selidiki dalam pekerjaan kami. Salah seorang dari kami dibesarkan di Meksiko dan seorang lainnya dibesarkan di Alaska, AS. Ketika kami masih kecil, kami berdua ingat serangga terbang dan menabrak lampu jalan di depan rumah di berbagai belahan dunia. Tapi sekarang, tampaknya semakin sedikit serangga yang terbang di sekitar lampu jalan.

Mengapa laron dan serangga lainnya penting?

Selama beberapa dekade terakhir jumlah serangga di hutan, ladang, dan kota tampaknya menurun. Serangga merupakan sumber makanan penting bagi hampir semua hewan lainnya. Mereka juga melakukan pekerjaan yang sangat penting seperti penyerbukan bunga atau mengurai daun dan bahan organik lainnya secara alami. Selama bertahun-tahun, para ilmuwan telah mencoba menjelaskan mengapa laron dan serangga lainnya tertarik pada cahaya, tapi para ilmuwan tidak sepenuhnya yakin! Kami sedang merancang eksperimen untuk menentukan mana dari beberapa penjelasan yang mungkin benar. Salah satu penjelasan adalah beberapa serangga menggunakan bulan atau bintang sebagai alat bantu pencari arah. Bagi serangga, lampu jalan mungkin terlihat seperti bulan, sehingga dapat menyesatkan mereka. Penjelasan lainnya adalah cahaya mengecoh serangga untuk melihat ilusi visual dari area yang lebih gelap di sekitar tepi lampu, yang disebut Mach bands, dan serangga terbang menuju tempat gelap untuk sembunyi. Namun penjelasan lain mengatakan bahwa cahaya saat malam membuat serangga buta karena banjir cahaya di mata mereka dan membuat mereka bingung.

Mungkinkah cahaya penyebab semakin sedikit serangga?

Sebagai ilmuwan, bagi kami, memahami bagaimana cahaya menarik serangga dapat membantu kami memahami mengapa jumlah serangga menurun. Bisa jadi lampu membuat serangga mudah dimangsa karena membuat mereka berkumpul di satu tempat dan mengganggu kemampuan mereka untuk menghindari kelelawar. Atau saat matahari terbit, serangga telah terperangkap di permukaan yang tidak alami sehingga mereka menjadi mangsa empuk bagi burung dan kadal. Masalah lain, bisa jadi serangga yang terperangkap, terpikat keluar habitat normalnya, terpaksa bertelur jauh dari tanaman yang dibutuhkan anak mereka untuk makan. Banyak serangga juga kemungkinan mati karena kelelahan saat mengitari lampu. Jika kamu ingin membantu serangga, kamu dapat menggunakan bola lampu kuning atau merah di bagian luar rumah Anda. Lampu ini menarik lebih sedikit serangga. Lampu dengan sensor gerak juga berguna, karena hanya menyala saat dibutuhkan. Seiring kita mengeksplorasi bagaimana polusi cahaya mempengaruhi serangga, penelitian dapat menjadi sumber informasi bagi pemerintah lokal dan nasional dalam mengelola cahaya untuk melindungi alam.

Carlos Linares : Ph.D. Candidate in Ecology, Evolution and Behavior and Biological Sciences, Boise State University

Jesse Barber : Associate Professor of Biological Sciences, Boise State University

 

Source : Kompas.com

Penulis : The Conversation
Editor : Shierine Wangsa Wibawa

read more
Sains & Techno

Bukan Bebek-bebekan, Ini Sepeda Air Listrik Pertama di Dunia

LANGITKU NETWORKS, Jakarta – Kalau main sepeda di atas aspal sih biasa detikers, tapi pernah terbayang untuk main sepeda atau gowes di atas air tidak? Pasti jarang bangat yang kepikiran demikian. Namun tidak untuk Manta5 yang memperkenalkan sepeda air atau yang disapa Hydrofoil e-bike.

Seperti yang diposting oleh akun @Techland dan @technologiestoday, Manta5 memperkenalkan sepeda listrik air atau hydrofoil e-bike pertama di dunia. Dengan memiliki fungsi layaknya sebuah sepeda, Manta5 hadir untuk penggila sepeda namun yang memiliki rumah dekat danau atau perairan.

Layaknya sepeda listrik konvensional, Manta5 hydrofoil e-bike juga dilengkapi baterai listrik sehingga jika pengendara kelelahan gowes, bisa langsung menggunakan tenaga listrik. Karena sepeda listrik air ini dilengkapi dengan baterai 70 cell lithium ion 22AH, yang diklaim akan hanya butuh waktu 5 jam untuk membuat baterai penuh. Layaknya sepeda listrik lainnya saat digowes, baterai ini bisa terisi kembali.

Soal ketangguhan jangan meragukan sepeda listrik air yang satu ini, karena sepeda listrik air ini mampu berlari hingga 20 km/jam atau 12 knots dengan menggunakan tenaga listrik.

Sayangnya tidak dijelaskan berapa harga banderol sepeda listrik air yang satu ini. Meski demikian, sepeda listrik air ini cukup menggoda bukan?

 

 

source : M Luthfi Andika – detikOto

read more