close

Lifestyle

Lifestyle

Kebiasaan Pegang Ponsel yang Memicu Nyeri Leher

LANGITKU NETWORKS – Penggunaan ponsel yang kian meningkat menyebabkan masalah nyari leher. Bahkan remaja dan anak kecil turut merasakannya.

Padahal nyeri leher umumnya terjadi pada orang dewasa seiring bertambahnya usia. Namun kebiasaan menunduk saat menggunakan ponsel mengubah segalanya.

Dokter spesialis manajemen nyeri Robert Bolash, MD mengatakan, sekarang ini banyak pasien nyeri leher yang usianya jauh lebih muda. Rasa nyeri bahkan bisa menjalar hingga ke bahu dan punggung bagian bawah.

“Melihat ke bawah dan menundukkan kepala mengubah lengkungan alami leher. Seiring berjalannya waktu, ketidaksejajaran itu dapat membuat otot tegang dan menyebabkan kerusakan pada struktur leher,” kata Bolash seperti dikutip laman Cleveland Clinic.

Ada tiga hal yang bisa terjadi apabila kepala sering menunduk karena menggunakan gadget. Pertama, leher bergerak maju.

Kedua, bahu terangkat ke arah telinga. Ketiga, otot leher dan bahu mengalami kejang atau kontraksi.

“Otot leher dalam posisi yang tepat dirancang untuk menopang kepala yang beratnya kira-kira empat sampai lima kilogram,” ujar Bolash.

“Setiap kali kita menundukkan kepala ke depan, maka beban otot leher digandakan. Menatap ponsel dengan posisi dagu ke dada dapat memberikan beban mencapai 27 kg pada leher,” tambahnya.

Selain nyeri otot, posisi leher yang tidak tepat saat menggunakan ponsel dapat menyebabkan sejumlah masalah kesehatan lainnya.

Ilustrasi transaksi belanja online.(Dok. Visa)

Contoh, saat menggunakan ponsel kebanyakan orang duduk dalam posisi melorot. Posisi tersebut membatasi kemampuan paru-paru untuk berkembang dan merusak kapasitas paru-paru.

Selain itu, posisi tersebut membuat oksigen yang dihirup lebih sedikit. Hal ini membuat kerja jantung untuk memompa darah pembawa oksigen ke seluruh tubuh menjadi lebih keras.

Ada tiga trik yang disarankan oleh Bolash untuk memperbaiki nyeri leher menjadi lebih baik karena penggunaan ponsel.

1. Sejajarkan

Pelajari postur tubuh yang benar dengan bercermin. Telinga dan bahu harus dalam posisi vertikal.

2. Lengkungkan

Apabila ternyata postur tidak sempurna, coba lakukan ekstensi bahu. Caranya lengkungkan leher dan punggung atas ke belakang. Kemudian tarik bahu sejajar di bawah telinga.

Peregangan sederhana ini dapat meredakan stres dan nyeri otot.

3. Naikkan

Daripada menundukkan kepala untuk melihat layar ponsel, ada baiknya naikkan ponsel hingga posisinya sejajar dengan mata.

Hal yang sama berlaku untuk komputer. Layar monitor harus sejajar dengan mata sehingga kepala tidak terus-menerus menunduk yang dan menyebabkan ketegangan otot.

Apabila nyeri leher terlanjur terjadi, cobalah untuk meredakannya dengan mengompres es batu atau air hangat.

Selain itu, lakukan latihan peregangan atau mengonsumsi obat yang dijual bebas seperti asetaminofen.

Terakhir, ingatlah meskipun hampir tidak mungkin untuk sepenuhnya membatasi penggunaan ponsel, tetap luangkan waktu untuk beristirahat atau menggunakan ponsel lebih singkat.

 

 

 

source : Cleveland Clinic
Penulis: Maria Adeline Tiara Putri
Editor: Lusia Kus Anna

kompas.com

read more
Lifestyle

Selama WFH, Istirahatkan Mata Tiap 2 Jam

LANGITKU NETWORKS – Sejak kebijakan kerja dari rumah atau work from home (WFH) diberlakukan karena pandemi Covid-19, banyak dari kita menatap gadget atau gawai jauh lebih lama dari biasanya. Hal ini tentunya tidak baik untuk kesehatan mata.

Menatap layar gawai selama berjam-jam dapat menyebabkan masalah penglihatan. Sebut saja mata kering, berkaca-kaca, mata lelah, hingga merasa sakit kepala.

Bila dibiarkan, tentunya hal itu bisa bertambah parah. Untuk menjaga kesehatan mata, ada lima langkah sederhana yang bisa dilakukan. Berikut ulasannya.

1. Batasi waktu layar

Saat WFH, kebanyakan orang seolah tidak bisa lepas dari gawai. Entah karena mengerjakan tugas di laptop maupun menonton serial favorit di ponsel. Kebiasaan itu tentu harus diubah.

Pasang pengingat atau alarm setiap dua jam sekali untuk beristirahat dari layar gawai. Paling tidak istirahatkan mata selama 20 detik dan pandanglah obyek minimal enam meter.

2. Konsumsi makanan tinggi vitamin A dan C

Pola makan seimbang dan memilih nutrisi yang tepat sangat penting untuk kesehatan penglihatan. Pilihlah makanan yang kaya vitamin A dan C. Bisa juga mengonsumsi salmon karena mengandung asam lemak omega-3 esensial

3. Pakai masker mata

Menatap layar gawai selama berjam-jam menyebabkan ketegangan di saraf mata. Oleh karenanya, penting untuk membuat saraf tersebut rileks kembali.
Gunakan masker mata gel (eye pads) untuk menenangkan mata. Bisa juga mengompres menggunakan es atau mentimun untuk menghilangkan mata berair dan merah.

4. Tidur nyenyak

Langkah penting untuk menjaga kesehatan mata adalah mendapatkan tidur nyenyak. Mengistirahatkan mata sama pentingnya dengan mengistirahatkan tubuh. Mata perlu memulihkan kekuatannya dan tidur cukup adalah kuncinya.

5. Pakai kacamata anti UV

Sinar ultraviolet pada matahari berbahaya untuk kesehatan mata. Oleh karenanya, saat beraktivitas di luar rumah usahakan untuk memakai kacamata hitam anti UV yang bisa melindungi mata dari sinar UVA dan UVB.

source : Pinkvilla
Penulis: Maria Adeline Tiara Putri
Editor: Lusia Kus Anna

kompas.com

read more
Lifestyle

Bantu Turunkan Berat Badan, Ini Jumlah Air yang Harus Dikonsumsi

LANGITKU NETWORKS, Jakarta – Rutin minum air putih tidak hanya menjaga tubuh terhidrasi tapi juga membantu menurunkan berat badan.

Penelitian membuktikan minum air secara teratur dapat mengurangi jumlah kalori yang dikonsumsi serta meningkatkan rasa kenyang dan metabolisme tubuh.

Air membantu meningkatkan thermogenesis atau produksi panas dalam tubuh. Semakin tinggi panas tubuh, maka metabolisme semakin meningkat.

Suatu penelitian di Korea menyatakan, konsumsi air sebelum makan dapat mencegah konsumsi kalori berlebih karena sensasi rasa kenyang yang diberikan. Oleh karenanya dianjurkan untuk meminum air 20-30 menit sebelum makan.

Penelitian lain di Amerika menemukan orang yang rutin minum air sebelum makan berat badannya turun 2 kg lebih banyak dibandingkan dengan orang yang tidak melakukan hal serupa.

Di sisi lain, air juga meningkatkan lipolisis yaitu kemampuan tubuh untuk memecah lemak untuk digunakan sebagai sumber energi.

Bagi yang sedang menjalani program penurunan berat badan, tidak perlu konsumsi minuman yang aneh-aneh untuk mencapai berat ideal. Cukup minum air putih lalu berbagai manfaat akan datang menghampiri.

Mulai dari menurunkan indeks massa tubuh hingga meningkatkan metabolisme karbohidrat dan sensitivitas insulin.

Manfaat lain yang tak kalah penting adalah air membantu membuang racun dan mengurangi peradangan di tubuh.

Lantas, berapa banyak air yang harus diminum agar mendapatkan manfaat penurunan berat badan?

Melansir Style Craze, jumlah air yang diminum antara perempuan dan laki-laki berbeda.

Perempuan harus minum setidaknya 2,2 liter air sedangkan pria minum 3 liter air. Jumlah ini dianjurkan untuk mereka yang tidak rutin berolahraga.

Namun, bagi yang bergerak aktif jumlahnya harus ditambah hingga 300 mL setiap 15-20 menit sekali ketika sedang berolahraga.

Dengan demikian jumlah air yang diminum jauh menjadi lebih banyak yakni sekira 4-5 liter pada perempuan atau 6-7 liter pada laki-laki.

 

 

source :Maria Adeline Tiara Putri
Editor: Lusia K us Anna

read more
Lifestyle

Alasan Sampo Perlu Digunakan Dua Kali Saat Keramas

LANGITKU NETWORKS – Keramas adalah aktivitas rutin yang kita lakukan untuk menjaga rambut dan kulit kepala tetap bersih.

Meski sudah menjadi aktivitas rutin seseorang sejak masih bayi, namun tak sedikit orang yang masih belum berkeramas dengan tepat.

Salah satunya adalah hanya melakukan satu kali proses sampo. Padahal, idealnya proses sampo dilakukan sebanyak dua kali setiap sesi keramas. Mengapa demikian?

“Dengan melakukan dua kali proses sampo setiap keramas, kita akan menjaga kulit kepala dan rambut bersih dan meminimalisir terkena masalah kulit kepala, seperti sensitif, ketombe dan berminyak.”

Demikian diungkapkan oleh Senior Education Manager Kérastase Indonesia, Sitoresmi pada peluncuran rangkaian peluncuran Chronologiste, belum lama ini.

Sitoresmi menjelaskan, proses sampo pertama berfungsi membersihkan sebum (minyak) dan polutan (debu) yang menempel di rambut dan permukaan kulit kepala.

Sementara proses sampo kedua berfungsi membersihkan sisa kotoran, polutan dan sebum yang menempel di pori-pori dan terjebak di kutikula batang rambut.
“Dengan begitu, kulit kepala dan rambut akan bersih optimal dan siap menerima perawatan selanjutnya,” kata dia.

Keramas sebetulnya bisa dilakukan dua hari sekali, namun kebutuhan keramas juga tergantung pada aktivitas yang dilakukan individu.

Seseorang yang sangat aktif atau sekadar ingin berkeramas setiap hari, sah saja melakukannya sebagai rutinitas harian.

Namun, selain melakukan dua kali proses sampo, lakukan pula tahap berikut untuk mengoptimalkan kebersihan kulit kepala dan rambut:

  • Gunakan conditioner setiap kali keramas untuk menutup kutikula rambut setelah proses shampoo, agar kutikula terawat, kuat, berkilau, serta menjadikan rambut tidak kusut dan mudah ditata.
  • Gunakan masker untuk kulit kepala atau rambut satu kali dalam seminggu untuk memberikan nutrisi tertinggi dan menjaga vitalitas kulit kepala dan rambut.

 

source : Kompas.com

Editor: Nabilla Tashandra

read more
Lifestyle

Tubuh Terasa Lelah? Terapkan 5 Pola Makan Ini untuk Kembalikan Energi

LANGITKU NETWORKS – Ketika kelelahan muncul dan tubuh terasa lemas serta lesu, kebanyakan dari kita memilih menambah energi dengan mengonsumsi gula atau kafein.

Tentu, keduanya meningkatkan energi dengan cepat. Tetapi, tidak bertahan lama – dan mengonsumsinya secara berlebihan tidak baik untuk kesehatan kita secara keseluruhan.

Kabar baiknya, Anda masih memiliki pilihan yang lebih baik untuk tetap waspada dan terjaga. Setelah mengenal berbagai jenis makanan berenergi tinggi untuk dikonsumsi dan beberapa praktik terbaik tentang cara memakannya, Anda akan segera merasa lebih baik.

Ahli diet Anna Kippen, MS, RDN, LD merekomendasikan pola makan tinggi energi dengan lima langkah berikut ini:

1. Jangan pernah melewatkan sarapan

Penelitian menunjukkan, orang yang sarapan pagi melakukan tugas dengan lebih baik, makan lebih sedikit kalori secara keseluruhan, dan lebih sedikit melewatkan hari kerja dan sekolah daripada mereka yang tidak.

Orang yang melewatkan sarapan lebih cenderung menjadi kurang aktif atau bahkan lesu di pagi hari.

2. Jangan minum kopi berlebihan

Satu atau dua cangkir kopi setiap hari sudah cukup. Terlalu berlebihan minum kopi, akan membuat Anda lelah di kemudian hari.

Selain itu, minum kafein di sore atau malam hari dapat menyebabkan sulit tidur di malam hari – dan bahkan lebih banyak kelelahan di hari berikutnya.

3. Hindari karbohidrat olahan

Karbohidrat memberikan energi yang sangat dibutuhkan untuk tubuh. Tetapi karbohidrat yang sangat halus seperti roti putih, permen, dan makanan manis yang dipanggang dapat mengacaukan karbohidrat, yang kemudian akan membuat kita merasa pening atau bahkan mengantuk.

Untuk mendapatkan energi yang tahan lama, carilah karbohidrat mentah dan makanan yang kaya serat.

Cobalah oatmeal, beras merah, blueberry, jeruk, polong-polongan, brokoli, asparagus, bayam dan kangkung, sebagai permulaan.

4. Tambahkan protein tanpa lemak ke makanan dan camilan

Protein membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna dan diserap. Saat memakannya dengan karbohidrat, itu akan memperlambat pelepasan gula ke aliran darah.

Sehingga, tubuh akan mendapatkan energi yang berkelanjutan. Misalnya, coba tambahkan satu porsi kacang-kacangan, selai kacang (tanpa tambahan gula), yogurt tawar, atau kacang-kacangan ke dalam makanan atau camilan Anda.

5. Pilih makanan porsi kecil tapi sering

Bagi sebagian dari kita, ketika melewatkan makan atau makan terlalu jarang, tingkat energi bisa turun begitu rendah, sehingga kemungkinan kita makan berlebihan pada waktu makan berikutnya atau memakan camilan yang tidak sehat.

Anda bisa mencobanya dengan memasangkan protein tanpa lemak seperti ikan atau dada ayam dengan karbohidrat yang tidak dimurnikan seperti nasi merah, dan yang terpenting adalah sayuran.

Jika Anda menerapkan langkah ini, maka pikiran dan tubuh akan terjaga dalam kondisi baik sepanjang hari – dan menghindari lonjakan atau penurunan gula darah dalam prosesnya.

 

 

 

 

source : Sumber: Cleveland Clinic

editor : Bestari Kumala Dewi

kompas.com

read more
Lifestyle

Mati Listrik, Bagaimana Selamatkan Makanan di dalam Kulkas?

LANGITKU NETWORKS, Mati listrik selalu terjadi di saat-saat tak terduga. Jika sedang tak beruntung, kondisi itu bisa berlangsung lama, hingga berjam-jam. Ketika mati listrik, kondisi makanan di kulkas menjadi hal yang perlu kita perhatikan. Nah, bagaimana menyelamatkan makanan di dalam kulkas ketika mati listrik dan memastikannya tetap aman dikonsumsi?

1. Tetap tutup pintu kulkas

Ketika mati listrik, pastikan pintu kulkas tetap tertutup selama mungkin.
Menurut Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA), ketika pemadaman listrik, lemari es tertutup akan tetap dingin hingga empat jam. Lalu, freezer tertutup akan mempertahankan suhunya selama 24 jam jika setengah penuh dan 48 jam jika penuh. Sehingga, selama beberapa jam pertama pemadaman listrik, mau tidak mau kita harus makan makanan yang ada di luar kulkas.

2. Menyediakan alat pengukur suhu

Menurut USDA, suhu kulkas harus berada pada atau di bawah suhu empat derajat celcius dan freezer pada atau di bawah -17 derajat celcius. Menyimpan alat pengukur suhu di dalam lemari es dan freezer adalah cara yang baik untuk bersikap antisipatif jika listrik padam. Cara ini akan dapat memberi tahu kita ketika lemari es atau freezer telah menghangat ke titik yang tidak aman ketika tanpa listrik.

3. Simpan es tambahan

Belilah kantong es tambahan untuk disimpan di dalam freezer untuk membantu menjaga suhunya, dan untuk digunakan jika kita harus memindahkan makanan ke kotak pendingin. Jika freezer kita memiliki kotak pembuat es, kosongkan es batu ke dalam kantong penyimpanan setiap kali penuh. Kita juga dapat mempertimbangkan membeli es kering untuk antisipasi jika terjadi pemadaman listrik. Sebanyak 20 kilogram es kering akan membuat kulkas dingin selama 18-24 jam. Pastikan untuk menanganinya dengan aman dan hindari menyentuhnya dengan tangan kosong. USDA juga merekomendasikan untuk menyimpan botol air di dalam freezer. Tips ini tidak hanya akan membantu menjaga makanan beku dingin lebih lama, tetapi sambil menyimpan persediaan air minum segar untuk masa-masa darurat.

4. Kelompokkan frozen food di freezer

Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) merekomendasikan untuk mengelompokkan semua makanan beku di dalam freezer demi mengantisipasi pemadaman listrik. Cara ini akan membantu menjaga makanan dingin dalam jangka waktu yang lebih lama.

5. Pindahkan barang dari kulkas ke freezer

Tidak semua kasus mati listrik terjadi tiba-tiba. Jika kita sudah tahu kemungkinan pemadaman listrik, FDA juga menyarankan untuk memindahkan beberapa makanan dingin dari kulkas biasa ke freezer. Hal itu demi menjaga makanan pada suhu yang aman untuk jangka waktu lebih lama. Barang seperti susu, daging, dan sisa makanan yang tidak terlalu dibutuhkan perlu segera dipindahkan agar aman di dalam freezer selama pemadaman listrik.

6. Miliki cooler cadangan

Jika pemadaman listrik sering terjadi dan biasanya terjadi dalam waktu lama, berinvestasilah dengan memiliki cooler atau kotak pendingin. Palang Merah Nasional AS merekomendasikan untuk mengemas makanan dingin ke dalam cooler. Pastikan kotak pendingin dikemas dengan es. Jika listrik akan padam lebih dari sehari, siapkan cooler kedua untuk item beku lainnya.

7. Simpan stok makanan di lemari

Usahakan dapur penuh dengan stok makanan yang tahan lama. Menurut aplikasi FoodKeeper USDA, makanan seperti kornet, sarden, atau sayur kalengan dapat bertahan di rak selama 2-5 tahun. Bahan pokok lain yang bisa bertahan beberapa waktu tanpa harus disimpan di kulkas adalah selai kacang, beras, oatmeal, dan kacang-kacangan.

Source :  Penulis Nabilla Tashandra | Editor Glori K. Wadrianto (Kompas.com)

read more
Lifestyle

Kulit Jadi Bermasalah Selama “Work from Home”, Apa Solusinya?

LANGITKU NETWORKS, Jakarta – Selama bekerja dari rumah atau work from home (WFH) kita mungkin merasa kulit akan lebih minim terpapar matahari, sehingga jauh dari permasalahan. Padahal kenyataannya, banyak orang justru mengalami masalah kulit, entah kulit kering atau berminyak yang kemudian memicu jerawat. Kulit yang bermasalah akan lebih sulit untuk dirias. Sementara, meskipun bekerja dari rumah, banyak dari kita yang harus mengikuti rapat virtual dan mesti tampil segar dengan riasan wajah.

Jika mengalami masalah kulit tersebut, apa yang harus dilakukan? Makeup artist Archangela Chelsea mengatakan, kedua masalah tersebut memberi kita sinyal bahwa kulit kita membutuhkan produk perawatan kulit rutin. Untuk pemilik kulit kering, disarankan untuk menggunakan serum wajah secara rutin. Carilah serum yang mampu menghidrasi kulit. Pemilik kulit wajah kering juga bisa menggunakan pelembap. Namun, jangan lupa memilih produk yang tepat sesuai jenis kulit.

“Untuk moisturizer pilih yang lebih creamy karena akan memberi kelembapan lebih.” Hal itu disampaikan Chelsea dalam Bincang Seru Seputar Tren Kecantikan bersama Socilla, Selasa (4/8/2020). Sementara, kondisi kulit berminyak biasanya dialami oleh mereka yang memiliki tipe wajah normal ke berminyak. Bagi mereka, sangat disarankan memilih produk matte finish dan bebas minyak. “Jadi kalau cari foundation, misalnya, cari yang oil-free untuk mencegah jerawat,” kata dia. Sementara itu, Co-Founder sekaligus CMO Social Bella, Chrisanti Indiana mengatakan, masalah kulit bisa disebabkan karena beberapa hal, termasuk stres dan penggunaan produk yang tidak sesuai.

Kondisi kulit bisa berubah di masa pandemi. Oleh karena itu, Santi menganjurkan untuk menyesuaikan kembali produk perawatan kulit yang digunakan dengan kondisi kulit terkini. Misalnya, karena sering menggunakan masker maka kotoran dan sel-sel kulit mati bertumpuk di area yang tertutup masker. Maka carilah produk yang bisa membantu mengangkat sel-sel kulit mati lebih optimal. Hal lainnya, jangan lupa memberi sedikit perlakuan lebih pada kulit. Misalnya, bisa dengan perawatan dengan masker atau treatment sejenis lainnya sambil meluangkan waktu untuk bersantai di rumah. “Jadi coba beri lebih banyak self love,” ucapnya.

Source : Penulis Nabilla Tashandra | Editor Glori K. Wadrianto (Kompas.com)

read more
Lifestyle

Ingin Tubuh Ideal? 5 Minuman Ini Bantu Hancurkan Lemak

LANGITKU NETWORKS, Jakarta – Semua orang pasti menginginkan tubuh yang ideal dan perut yang langsing, terutama kaum wanita. Biasanya untuk mencapainya, mereka rela melakukan diet dan olahraga yang ketat.

Tapi, ternyata ada beberapa minuman yang bisa mewujudkan badan yang ideal dan perut yang langsing. Bahkan minuman-minuman ini bisa membantu menghilangkan lemak di perut dengan cepat. Apa saja ya? Berikut detikcom rangkum dari berbagai sumber.

1. Teh hijau

Dari 14 penelitian mengatakan orang yang mengkonsumsi teh hijau berkonsentrasi tinggi secara rutin selama tiga bulan, bisa menurunkan berat badannya. Berat badan yang bisa diturunkan mencapai 0,2-3,5 kilogram, jauh dibandingkan dengan mereka yang tidak mengkonsumsinya sama sekali.

Hal ini karena kandungan catechin, yaitu sejenis antioksidan yang mempercepat proses pembakaran lemak dan mengoptimalkan proses metabolisme. Selain itu, teh hijau ini mengandung kafein yang bisa meningkatkan energi saat beraktivitas.

2. Kopi

Zat yang ada di dalam kopi dan teh, yaitu kafein ternyata bisa berfungsi sebagai stimulan dan membantu menurunkan berat badan. Di waktu yang bersamaan, kopi juga bisa memaksimalkan metabolisme tubuh.

Berdasarkan studi pada 33 orang dewasa yang mengalami kelebihan berat badan, mereka yang mengkonsumsi 6 ml kafein bisa membuat kalori di tubuh menjadi lebih sedikit. Bahkan dalam jangka panjang, para pecinta kopi bisa mempertahankan kestabilan berat tubuhnya.

3. Teh hitam

Meski tak sepopuler teh hijau, teh hitam juga bisa menurunkan berat badan. Teh yang terbentuk dari proses oksidasi yang lebih lama ini mengandung flavonoid, yaitu jenis antioksidan yang bisa membantu menurunkan berat badan.

Dalam penelitiannya, kandungan polifenol yang ada di dalam teh hitam bisa menurunkan konsumsi kalori, memecah lemak lebih optimal, dan memberikan rangsangan pertumbuhan bakteri baik di dalam saluran pencernaan.

Pada penelitian lainnya yang melibatkan 2.734 wanita, mereka yang mengkonsumsi teh hitam secara rutin, sehingga memiliki lemak tubuh yang lebih rendah.

4. Air putih

Air putih memang dikenal sangat bagus untuk tubuh. Tapi, ternyata air putih juga bisa membuat orang yang meminumnya merasa kenyang lebih lama, sehingga membantu pembakaran kalori tubuh.

Studi yang dilakukan pada 48 orang dewasa dengan berat badan berlebih membuktikannya. Mereka mengkonsumsi 500 ml air putih sebelum makan dan membatasi jumlah kalori yang dikonsumsi.

Hasilnya, mereka berhasil menurunkan 44 persen berat badan dalam waktu 12 minggu. Selain itu, air putih juga bisa meningkatkan kalori yang dibakar saat sedang beristirahat.

5. Cuka apel

Sebagian orang mungkin sudah sangat familiar dengan cuka apel. Cuka ini mengandung asam asetat yang bisa menurunkan berat badan, dengan cara menurunkan kadar insulin, mengoptimalkan metabolisme, membakar lemak, hingga menekan nafsu makan.

Hal ini dibuktikan lewat penelitian yang dibantu oleh 144 orang dewasa yang obesitas, dan mereka mengkonsumsi 2 sendok makan (30 ml) cuka apel tiap harinya.

Hasilnya, berat badan turun secara signifikan dan membuat lingkar pinggang serta lemak di perut menurun. Tapi, setelah minum cuka apel jangan lupa kumur ya, karena gigi kalian nanti cepat rusak.

 

 

source : Sarah Oktaviani Alam – detikHealth

read more
Lifestyle

6 Masalah Makan pada Balita dan Cara Mengatasinya

LANITKU NETWORKS, Jakarta – Apakah si kecil memilih kabur saat waktunya makan? Atau dia cenderung memainkan makanannya? Waktu makan memang kerap kali membuat orangtua kewalahan. Sebagai orangtua, kita tentu ingin anak makan dengan lahap dan duduk dengan rapi. Namun sayangnya harapan kerap kali tak sesuai dengan kenyataan.

Berikut adalah enam masalah makan pada balita dan cara mengatasinya:

1. Ada lebih banyak makanan di lantai daripada di mulutnya

Saat si kecil belajar untuk makan sendiri, tentu sisa makanan akan berserakan, entah itu di lantai atau di meja makannya. Memang berantakan, tapi hal ini perlu dilakukan agar anak bisa melatih koordinasi antara tangan dan mulutnya. Solusinya, tetaplah bersabar. Bersihkan kekacauan tanpa menegurnya atau mengeluh.

2. Saat makan, anak lebih suka lari-larian

Jadikan setiap waktu makan sebagai pengalaman yang menyenangkan. Jika waktu makan itu menyenangkan, anak akan duduk dengan gembira di meja tanpa ingin meninggalkan kursinya. Ciptakan suasana santai, duduk di sampingnya dan ngobrol dengannya sambil membiarkannya makan sendiri.

3. Anak membutuhkan waktu lama untuk menyelesaikan makanannya

Hentikan makan setelah waktu yang ditentukan. Untuk memastikan bahwa makan tidak menjadi aktivitas bermain yang panjang, bereskan piringnya setelah waktu yang sudah kita tentukan (katakanlah, 15 menit) dan peringatkan dia sebelumnya ketika batas waktu itu mendekat. Ini membuat dia tidak membuang banyak waktu dan bermain-main dengan makanannya.

4. Anak adalah pemilih makanan dan tak mau makan sayurannya

Beri dia sedikit makanan di sebuah piring yang besar. Pasalnya, anak-anak mungkin merasa akan terlalu kenyang saat melihat piring kecilnya penuh dengan makanan. Padahal, porsinya tentu sudah pas dengan perutnya. Kamu juga bisa membiasakan anak dengan rasa sayuran dengan mencampurkannya dengan makanan yang kamu tahu dia sukai. Seperti, memasukkan wortel ke dalam kue favorit anak. Atau mencampurkan brokoli ke dalam nugget ayam buatanmu sendiri.

5. Anak berjuang untuk memegang sendok atau garpu dengan kuat di tangannya

Pastikan peralatan makan ramah anak. Tangan anak tentu masih kecil, jadi berikan sendok dengan pegangan yang ukuran dan bentuknya tepat untuk digenggam oleh jari-jari kecil itu dan tunjukkan padanya cara menggenggam gagang dengan benar.

6. Anak terus minta disuapi

Saat kontrol tangannya membaik, kurangi menyuapinya makanan. Dorong dia untuk memegang sendok sendiri, bahkan jika dia meminta bantuanmu. Patikan anggota keluarga lain seperti, kakek, nenek, ataupun pengasuh melakukan hal yang sama. Semakin dia berusaha makan sendiri, semakin dia tidak membutuhkan kamu untuk membantunya.

 

source : youngparents.com.sg
Kompas.com
Penulis Dian Reinis Kumampung | Editor Bestari Kumala Dewi

 

read more
Lifestyle

Tiga Cara Agar Konferensi Video Daring Jadi Tidak Terlalu Melelahkan

LANGITKU NETWORKS, Jakarta – Dari sekian banyak istilah baru yang muncul selama pandemi COVID-19, salah satunya adalah “Zoom Fatigue”. Itu mengacu pada kelelahan mental yang dirasakan setelah melakukan konferensi video daring. Kita dapat mengubah cara kita berinteraksi di panggilan video dengan mengatur waktu lebih pendek. Namun, teori menyatakan bahwa yang kerap menyebabkan kelelahan adalah apa yang kita dengarkan. Suara-suara yang ditransmisikan melalui internet secara real time tidak diedit sehingga terdengar kasar di telinga kita. Itulah sebabnya kita dapat menghabiskan satu jam mendengarkan wawancara podcast tetapi merasa lelah setelah video call—bahkan ketika kita tidak harus menjadi pembicara. Kabar baiknya, kita dapat melakukan sesuatu untuk mengurangi “Zoom Fatigue”. Berikut di antaranya:

Jangan menciptakan noise

Suara-suara tidak alami, tak terduga, dan menjengkelkan, memunculkan respons dalam otak dan memaksa kita berkonsentrasi padanya. Saat melakukan panggilan video, suara kita diubah oleh mikrofon. Frekuensi nada tinggi akan diperkuat dan menimbulkan suara melengking. Tidak hanya itu, bahkan suara halus seperti ketukan di layar dan suara menelan akan tertangkap dan diperkuat melalui sistem. Masalahnya, setiap orang sulit membatasi efek negatif suaranya karena mereka tidak tahu suara seperti apa yang muncul di perangkat lain. Saat tatap muka, kita dapat mendengar suara kita sendiri, sama dengan yang didengar audiens, sehingga dapat menyesuaikannya. Namun, itu sulit dilakukan saat konferensi daring.

Untuk mengurangi noise, mulai dari diri sendiri dulu. Sebab, sesuatu yang sederhana seperi menyesuaikan posisi, jarak, atau arah mikrofon dapat memberikan perbedaan besar. Beralih dari audio internal laptop ke mikrofon headphone dapat menutupi banyak kebisingan lingkungan sekitar seperti mengklik keyboard atau gema ruangan.

Ruang percakapan sosial yang baru

Meskipun konten dan topik perbincangan mungkin masih sama, tapi ada kendala teknologi. Mendengarkan obrolan konferensi daring bisa jadi lebih melelahkan karena menunggu giliran untuk memberi umpan balik. Keterlambatan jaringan juga dapat membingungkan audiens dan mengganggu alur percakapan. Selain itu, gangguan internet memberikan dampak pada kejelasan suara. Hilangnya “data” pada umpan audio menyebabkan suara terdengar tidak wajar dan tersendat. Otak kita perlu melakukan pekerjaan ekstra untuk mengisi kekosongan tersebut. Pada akhirnya, kita menggunakan energi untuk berkonsentrasi pada perubahan suara yang tidak wajar dibanding memahami pesan.

Ilustrasi video call (pressfoto/freepik)

Kita harus menerima batasan teknis obrolan video dan beradaptasi dengan membuat etika percakapan baru. Nonaktifkan mikrofon Anda setelah menyapa dan gunakan obrolan teks untuk menyisipkan atau mengajukan pertanyaan dalam percakapan grup. Artikulasikan ucapan Anda dengan jelas (jangan bergumam) dan pastikan orang lain di rumah tidak menggunakan semua bandwidth saat Anda sedang melakukan konferensi video untuk mencegah kelambatan jaringan.

Atur ruangan Anda

Percakapan yang dilakukan di kantor dapat dengan mudah disaring secara tidak sadar oleh otak kita karena kemampuannya memisahkan suara berdasarkan lokasi atau arahnya. Ini menjadi salah satu alasan mengapa percakapan yang dilakukan secara paralel dengan diskusi utama tidak berfungsi dengan baik pada konferensi video. Tanpa bantuan latar belakang tempat, suara atau pidato terdengar lebih mengganggu. Selain itu, kamar di rumah dapat menghasilkan gema yang dapat mengurangi kemampuan untuk memahami pembicaraan. Untuk membuat lingkungan rumah lebih akomodatif, tutup pintu untuk setidaknya mengusir hewan peliharaan. Juga mencegah anak-anak masuk ke dalam ruangan.

Anda mungkin sulit mengubah ruang tamu menjadi studio, tapi setidaknya Anda dapat membuatnya menjadi lebih “ramah suara” dengan mengurangi gema. Sama seperti jarak sosial, meningkatkan kualitas pengalaman panggilan video Anda bergantung pada upaya komunitas. Kebanyakan dari kita mungkin tidak akan kembali ke kantor untuk waktu yang lama. Oleh sebab itu, semuanya harus bekerja sama untuk mengurangi “Zoom Fatigue” kelelahan Zoom akibat konferensi video daring.

source : The Conversation

editor : Gita Laras Widyaningrum

Nationalgeographic.co.id

read more