close

Bisnis

Bisnis

Pelaku Ekonomi Kreatif Makassar Sharing Pengalaman di Event Pekan Perempuan Kreatif Makassar (PPKM)

LANGITKU NETWORKS, Makassar – Menurut data Kementerian Parekraf RI, Perempuan mendominasi ekonomi kreatif di Indonesia yaitu mencapai 56 persen. Hal Ini juga terjadi di kota Makassar, paling tidak terlihat di event Pekan Perempuan Kreatif Makassar (PPKM) 2022 yang berlangsung hari Minggu (23/01/2022) di mall Pipo.

Beberapa konten dan partisipasi perempuan di event tersebut seperti membenarkan data Kemenparekraf. Mulai dari konten kriya, fesyen dan kecantikan, kuliner hingga musik, turut menjadi ajang kemandirian perempuan dalam menumbuhkan ekonomi kreatif dan UMKM di kota Makassar.

Menurut ketua panitia PPKM Yessy Aryani Tendean, event ini menjadi wadah bagi perempuan  hebat dari segala disiplin ilmu dan keahlian untuk memperkenalkan produknya.

“kami berikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada perempuan di daerah ini untuk memperkenalkan produk hasil karyanya agar berdampak ekonomi bagi para pelaku usaha kecil mikro”, ujar wanita yang biasa dipanggil Yessy ini.

Event PPKM yang dilaksanakan di atrium mall Pipo ini juga melibatkan beberapa tokoh dan organisasi yang secara aktif memberikan kontribusi positif bagi para penggiat ekonomi kreatif Makassar. Beberapa organisasi yang terlibat diantaranya; Mahdar dan Gyant Hidayah (PAPRI DPD Sulsel), Ainun Jariah (Ketua IWAPI DPD Sulsel), Abd. Wahan, Se (Ketua AWS & Friends) yang menaungi beberapa LPK kota Makassar, Airin Tendean (owner AT Craft dan pelaku UKM), Nur Fadlya AS (instruktur LPK kecantikan) dan beberapa organisasi lainnya.

Airin Tendean, owner AT Craft (pelaku UMKM)

Salah seorang penggiat ekonomi kreatif khususnya sub sektor Kriya, Airin Tendean (owner AT Craft) mengungkapkan, event PPKM ini perlu disupport oleh pemerintah agar pelaksanaannya dapat terus  berkesinambungan dan berdampak positif bagi para pelaku ekonomi kreatif dan UMKM seperti dirinya.

“Event PPKM ini bagus karena mampu memberikan kami ruang untuk berkreasi, memamerkan produk hingga menjual hasil kreasi kami, apalagi ditengah pandemi seperti ini.” pungkasnya.(*)

read more
Bisnis

Top! Neraca Dagang RI Surplus 20 Bulan Berturut-turut

LANGITKU NETWORKS, Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia pada Desember 2021 surplus US$ 1,02 miliar.

Kepala BPS Margo Yuwono mengungkapkan hal ini karena ekspor pada Desember 2021 sebesar US$ 22,38 miliar dan impor SS$ 21,36 miliar.

“Sehingga surplus US$ 1,02 miliar, surplus yang terjadi Desember ini telah terjadi 20 bulan beruntun,” kata Margo dalam konferensi pers, Senin (17/1/2022).

Margo menjelaskan, surplus ini juga merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah yaitu 15 tahun terakhir.

Dia mengungkapkan surplus yang diperoleh dari transaksi perdagangan sektor nonmigas sebenarnya lebih tinggi, yakni US$ 3,3 miliar, namun tereduksi oleh defisit perdagangan sektor migas US$ 2,28 miliar.

Selama Januari-Desember 2021, meskipun sektor migas mengalami defisit US$ 13,25 miliar, namun masih terjadi surplus pada sektor nonmigas US$ 48,59 miliar, sehingga secara total mengalami surplus US$ 35,34 miliar.

Nilai ekspor Indonesia Desember 2021 mencapai US$22,38 miliar atau turun 2,04% dibanding ekspor November 2021. Dibanding Desember 2020 nilai ekspor naik sebesar 35,3%.

Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia Januari-Desember 2021 mencapai US$231,54 miliar atau naik 41,88% dibanding periode yang sama tahun 2020. Demikian juga ekspor nonmigas mencapai US$219,27 miliar atau naik 41,52%.

Nilai impor Indonesia Desember 2021 mencapai US$21,36 miliar, naik 10,51% dibandingkan November 2021 atau naik 47,93% dibandingkan Desember 2020.

 

 

 

 

 

source : detik finance

photo : pradita utama

read more
Bisnis

Top! Kopi Asal Pangalengan Tembus Pasar Eropa hingga Timur Tengah

LANGITKU NETWORKS, Jakarta – Pangalengan merupakan salah satu daerah penghasil komoditas kopi di Jawa Barat. Sejumlah masyarakat di sana turut menggantungkan hidupnya sebagai petani atau pekerja di perkebunan kopi.
Tak heran, nikmatnya kopi asal Pangalengan tersebut berhasil ‘disruput’ sampai Eropa hingga Timur Tengah.

Adalah Wildan Mustofa, Founder CV Frinsa Agrolestari yang sukses memasarkan kopi asal Pangalengan itu ke Mancanegara. Wildan memulai bisnis tersebut usai lulus kuliah akhir tahun 1990. Menyadari background dirinya di bidang agrikultur dan tinggal di pegunungan, ia memikirkan bagaimana wilayahnya dan komoditas yang dihasilkan bisa maju.

“Jadi masalah di gunung adalah masalah konservasi di mana orang nanam semusim di lereng-lereng. Jadi saya mikir gimana caranya supaya orang bisa tetap bertani tanpa harus ngerusak alam akhirnya kita kepikiran kopi,” jelasnya.
“Dan waktu itu saya alumni Belanda, ada support di sana untuk mendatangkan ahli marketing kopi, ahli pasca panen kopi, karena kita mikir kopi ini bagus buat alam, tapi apakah petaninya bisa mendapatkan kehidupan yang layak dengan menanam kopi, kalo pemasarannya tidak kita dukung,” imbuhnya.

Ia lantas melakukan riset untuk menemukan metode produksi yang paling efektif untuk menghasilkan biji kopi berkualitas tinggi. Menurutnya, bisnis kopi miliknya ini sangat menarik sebab semuanya sangat lokal, dari bibit, pertanian dan 100% UMKM.

“Alhamdulillah sampai saat ini kita sudah masuk ke pasar utama ke Eropa kita masuk, ke Belgia kita masuk, ke Skandinavia, Rusia. Jadi mulai dari Eropa Barat sampai Utara, Amerika juga pantai barat, pantai timur, mulai dari California, kemudian ke Australia ke Jepang termasuk ke Timur Tengah,” bebernya.

Lebih lanjut, kata dia, perjalanan bisnisnya ini memang tidak sesingkat seperti yang dibayangkan. Ada banyak rintangan dan tantangan yang dihadapinya untuk membesarkan pasar komoditas kopi asal Pangalengan tersebut.
“Jadi concern kita terhadap lingkungan ini tidak hanya di produk kita hasilkan bagus, enak dan bersaing. Tapi kita juga bersaing dari konsep bisnisnya, karena orang menikmati kopi bukan cari protein, vitamin, mineral atau kandungan gizi tapi benar-benar untuk sebuah kenikmatan,” tuturnya.

“Dan biasanya tuntutan barang seperti itu terhadap proses itu sangat tinggi bagaimana kopi ini dihasilkan apakah ramah lingkungan apakah berkeadilan, termasuk kerja sama, tidak hanya sama petani tapi juga dengan prosesor, logistik juga perbankan,” jelasnya.

Untuk diketahui CV Frinsa Agrolestari memasarkan biji kopi green bean dari Pangalengan dengan merek Java Frinsa. Saat ini, ada 10 varietas kopi Pangalengan yang diolah menjadi green bean oleh Java Frinsa.
Kopi green bean Java Frinsa diperoleh setelah melalui lima tahap pengolahan kering dan 11 tahap pengolahan basah. Wildan turut memberdayakan para petani kopi di lingkungannya untuk memenuhi permintaan pasar.

 

 

 

 

 

 

 

source : detik com

read more