close
Sains & Techno

Berusia 47 Juta Tahun, Ini Fosil Ular Piton Tertua di Dunia

Fosil ular piton yang ditemukan di Messel Pit, sebuah Situs Warisan Dunia UNESCO. Menurut peneliti, ini adalah fosil ular piton tertua di dunia.(PHYS/Senckenberg)
Langitku Networks

LANGITKU NETWORKS,  Peneliti berhasil menemukan fosil ular piton yang dideskripsikan sebagai yang tertua di dunia. Temuan ini pun dapat membantu peneliti untuk menguraikan asal muasal ular piton yang sebelumnya tak diketahui. Seperti dikutip dari Phys, Kamis (17/12/2020) fosil ular piton itu ditemukan di Messel Pit, sebuah Situs Warisan Dunia UNESCO. Peneliti kemudian menamai spesies piton baru itu dengan nama Messelopython freyi untuk menghormati paleontolog Eberhard ‘Dino’ Frey dari Museum Sejarah Alam Negara di Karlsruhe.

Menurut peneliti, fosil ular piton tertua di dunia tersebut hampir sepenuhnya terawetkan. Ular memiliki panjang sekitar satu meter dan berusia sekitar 47 juta tahun. Sehingga merupakan fosil ular piton tertua di dunia yang pernah tercatat. Ular piton sendiri merupakan salah satu spesies ular terbesar di dunia. Saat ini ular tersebut ditemukan terutama di Afrika, Asia Selatan, dan Tenggara, serta Australia. Namun dari mana ular berasal itu misteri.

“Asal geografis ular piton masih belum jelas. Penemuan spesies ular piton baru di Messel Pit ini merupakan lompatan besar dalam memahami sejarah evolusi ular,” ungkap Dr. Krister Smith dari Senckenberg Research Institute and Natural History Museum di Frankfurt. Berdasarkan analisis, peneliti akhirnya menemukan jika ular piton sudah ada di Eropa pada masa Eosen, lebih dari 47 juta tahun yang lalun. Namun, ular tersebut kemudian menghilang dari benua Eropa selama beberapa waktu. Ular tak muncul lagi sampai masa Miosen yakni antara 23 dan 5 juta taun yang lalu. “Saat iklim global mulai mendingin lagi setelah Miosen, ular piton sekali lagi menghilang dari Eropa,” kata Smith.

Selain itu, peneliti juga menemukan jika piton hidup berdampingan dengan ular boa. Hal ini menjadi temuan menarik mengingat di masa modern, kedua ular tersebut bersaing satu sama lain sehingga tak dapat berbagi di satu habitat yang sama. Menurut Hussam Zaher, peneliti lain yang terlibat sekaligus profesor dan kurator vertebrata di Museum Zoologi di Universitas São Paulo, Brasil, teka teki itu bisa dijawab dengan menemukan lebih banyak lagi fosil ular piton maupun boa. “Terutama yang memiliki isi perut yang terawetkan dengan baik,” tambahnya seperti dikutip dari Live Science. Studi tentang temuan fosil ular piton tertua di dunia ini telah dipublikasikan di jurnal Biology Letters.

.

 

 

 

Source : kompas.com
Penulis : Kontributor Sains, Monika Novena
Editor : Holy Kartika Nurwigati Sumartiningtyas

Leave a Response