close
Lifestyle

Studi: Banyak Remaja yang Kurang Olahraga, Apa Akibatnya?

Ilustrasi malas gerak(Digital Vision.)

LANGITKU NETWORKS, Jakarta – Anak di masa remaja berada dalam tahap vital perkembangan. Tubuh anak tumbuh dengan cepat, dan penting bagi anak untuk menjaga kesehatan mereka. Namun, pandemi membuat remaja jarang berolahraga karena harus berada di rumah. Anak remaja cenderung menghabiskan waktu lebih banyak menatap layar perangkat elektronik. Gaya hidup remaja yang seperti ini bisa berdampak serius pada kesehatan fisik mereka. Para ahli pun menggali lebih dalam untuk melihat dampak dari gaya hidup tersebut. Seperti diberitakan Medical Xpress, satu studi terbaru menemukan hanya sembilan persen remaja di seluruh dunia yang memenuhi anjuran untuk melakukan aktivitas fisik selama pandemi. Angka ini turun dari 16 persen remaja di seluruh dunia yang berolahraga sebelum pandemi, berdasarkan temuan studi yang dilakukan para peneliti di University of Toronto, Kanada.

Pakar kesehatan dan ahli menyarankan anak remaja untuk melakukan latihan fisik 60 menit per hari. Namun, hanya kurang dari 10 persen remaja di dunia yang dapat memenuhi target tersebut. Penulis utama studi, Jason Nagata berpendapat bahwa pandemi berperan besar dalam gaya hidup remaja saat ini. Nagata menyatakan, pandemi menyebabkan banyak acara olahraga dan ajang lain dibatalkan. Situasi ini berkontribusi pada rendahnya tingkat aktivitas fisik pada remaja. Aktivitas fisik yang rendah dikaitkan dengan kesehatan mental yang buruk, stres dan kecemasan berlebih. Oleh karenanya, para ahli mengingatkan masalah ini penting untuk diatasi.

Latihan fisik dapat membantu remaja dalam mengatasi situasi pandemi, karena mereka harus menghadapi tantangan ketika sekolah kembali dibuka, dan menjalani kehidupan sosial. Menurut peneliti, orangtua perlu memastikan remaja berolahraga sesuai kebutuhan mereka setiap hari. Bahkan, jika diperlukan orangtua dapat menjadikan olahraga sebagai aktivitas keluarga, sehingga anak terdorong untuk ikut serta. Banyak duduk dan bermain ponsel atau video game kemungkinan dipilih remaja sebagai cara untuk mengatasi masalah kesehatan mental mereka. Namun, mengajak anak remaja berolahraga bisa membantu membuat mereka menjadi lebih bersemangat, dan itu yang mereka butuhkan saat ini.

 

 

 

 

 

 

 

source : kompas.com

Leave a Response