close
Health

Sakit Leher saat Bangun Tidur, Begini Solusinya

Ilustrasi(sankalpmaya)
Langitku Networks

LANGITKU NETWORKS – Pernakah Anda merasa sakit di bagian leher setelah bangun dari tidur? Jika pernah, bisa jadi hal itu karena bantal atau posisi tidur kita yang keliru. Menurut chiropraktor dari Cleveland Clinic, Andrew Bang, jenis bantal dan cara kita memposisikan diri menjelang tidur juga bisa memengaruhi kondisi tubuh saat bangun. “Memilih bantal yang tepat, menghilangkan beberapa kebiasaan tidur yang buruk, dan mengetahui cara terbaik untuk memposisikan diri di tempat tidur bisa membantu meningkatkan kualitas tidur kita,” ucapnya.

Penyebab sakit leher Sakit leher bisa terjadi karena kebiasaan yang buruk, seperti membungkuk saat duduk atau postur tubuh keliru saat berjalan. Apalagi, kebiasaan bermain ponsel atau komputer juga bisa memengaruhi kondisi leher. “Tidur dengan posisi dagu ke dada dapat membuat otot leher tegang karena sebagian besar aktivitas kita sehari-hari dilakukan dengan cara itu,” ucap Bang. Selain itu, tidur miring dengan kepala ditekuk atau tidur tengkurap dengan kepala miring juga bisa menyebabkan hal yang sama.

Lalu bagaimana cara mencegahnya?

Menurut laporan Harvard Medical School, ada dua posisi tidur terbaik untuk mencegah sakit leher, yaitu tidur miring dan telentang.

– Tidur telentang

Jika memilih posisi tidur telentang, pilih bantal berbentuk bulat untuk menopang lekuk alami leher.Gunakan pula bantal yang lebih rata sebagai bantalam kepala. Hindari penggunaan bantal yang terlalu tinggi atau kaku agar leher tidak tertekuk dan memicu nyeri.

– Tidur miring

Jika memilih tidur miring, jaga agar tulang belakang tetap lurus dengan menggunakan bantal yang tinggi atau padat agar posisi leher dan kepala sejajar. Salah satu cara terbaik untuk mencegah sakit leher adalah memilih bantal yang tepat untuk tidur.

Posisi tidur yang harus dihindari

Hindari tidur dalam posisi tengkurang karena membuat punggung melengkung dan leher miring ke samping. Selain memicu sakit leher, tidur telentang juga bisa memicu ketegangan di area tulang belakang. Tulang belakang adalah saluran saraf. Tekanan di area tersebut bisa memicu rasa sakit di sekujur tubuh. Alhasil, kita juga bisa mengalami kesemutan dan mati rasa.

 

 

 

source : Kompas.com

Penulis : Ariska Puspita Anggraini
Editor : Ariska Puspita Anggraini

Leave a Response