close
Health

Gula Rendah Kalori Ternyata Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung

Ilustrasi gula(Shuterstock)
Langitku Networks

LANGITKU NETWORKS – Mengurangi minuman bersoda, jus, dan kopi mungkin bisa berpengaruh bagi kesehatan jantung.

Namun -ternyata, risiko justru muncul jika kita mencari pengganti rasa manis itu dari gula rendah kalori.

Sebuah hasil penelitian terbaru menemukan, orang-orang yang mengonsumsi minuman dengan gula rendah kalori memiliki risiko tinggi terkena penyakit jantung.

Hasil penelitian tersebut diterbitkan dalam Journal of American College of Cardiology.

Dalam riset ini, para peneliti melihat data asupan makanan, aktivitas fisik, dan status kesehatan dari 104.760 peserta.

Dari sana para ilmuwan menemukan, para responden yang mengonsumsi minuman manis memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit kardiovaskular.
Kendati demikian, responden yang mengonsumsi minuman dengan gula rendah kalori (mengandung zat seperti aspartam, stevia, dan sucralose) pun memiliki risiko serupa yang sama tingginya.

“Studi kami menunjukkan, minuman yang dimaniskan secara artifisial mungkin bukan pengganti yang sehat untuk minuman manis,” kata pemimpin peneliti di University of Paris North, Eloi Chazelas.

“Data ini dapat memberikan argumen tambahan untuk mengatur pelabelan dan regulasi minuman manis baik yang menggunakan gula biasa ataupun gula rendah kalori,” lanjut dia.

Memang, kata Chazelas, dalam jumlah sedang, gula rendah kalori dapat digunakan untuk mengurangi kalori bagi mereka yang mencoba menurunkan berat badan, atau pun penderita diabetes.

Tetapi, alternatif ini ternyata tidak sepenuhnya sehat, dan bahkan mungkin memiliki beberapa risiko lainnya.

Berdasarkan laporan terakhir dari laman Insider, ada beberapa bukti yang mengungkap, gula rendah kalori ternyata meningkatkan nafsu makan dan mengganggu pencernaan.

Lalu, produk ini pun ternyata mendorong keinginan yang lebih kuat untuk mengonsumsi makanan manis.

Jadi, meskipun minuman manis rendah kaloribanyak digemari untuk menurunkan berat badan atau mengelola diabetes, namun produk itu bukan pengganti yang ideal.

Para ahli gizi menyarankan agar lebih baik kita banyak mengonsumsi air putih atau minuman lain tanpa gula sama sekali, demi kesehatan.

 

 

source : The Insider
Penulis: Ryan Sara Pratiwi
Editor: Glori K. Wadrianto

kompas.com

Leave a Response